Tampilkan postingan dengan label Yanti puspitasari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yanti puspitasari. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juli 2015

Yanti Puspita sari Penulis skenario sinetron streaping

Pekerjaan menulis skenario itu  menyenangkan, menghasilkan banyak uang, tapi sampai sekarang belum banyak dilirik orang.Menulis scenario nampaknya belum dianggap sebagai profesi yang menjanjikan kesejahteraan. Yanti cukup kenyang  “diomongin” saudara , kawan tetangga. Ia pernah dianggap pengangguran.  Maklum sehari-hari ia pernah di rumah. Lebih parah lagi, dia pernah dicurigai memiliki “tuyul”.  Pasalnya ia jarang keluar rumah tetapi punya mobil dan rumah mewah.
Seperti halnya kerja di kantor, yanti juga terikat waktu dan target kerja. Ia mendisiplinkan diri bekerja Sembilan jam sehari atau lebih.  Soal pembagian waktu, ia  mulai menulis pukul  07.00 sampai 12.00,lalu beristirahat atau mengejar keperluan lain,  termasuk membaca.  Ia bekerja kembali pada pukul 20.00 sampai pukul 24.00.

Setiap hari yanti ini menulis dan hampir setiap hari ia menyetor nafkah ke rumah produksi. Jika produksi sedang tinggi, ia kadang dituntut menyetor dua naskah. Misalnya pada bulan ramadhan ,ketika rumah produksi memasok sinetron  ramadhan yang ditayangkan setiap hari. Jika kebetuklan ia sedang di luar kota atau di luar negri, Yanti tetap berusaha memikirkan scenario, itulah mengapa ia selalu membawa tape reorder kecil dan note book ke mana- mana untuk merekam dan menulis gagasan yang muncul tiba-tiba.
Sinetron telah menjadi industri. Kegiatan menulis skenario sinetron pun menjadi bagian dari proses industri. Yanti mengakomodasikan kreativitas dengan kepentingan industri. Ia misalya, sudah biasa menulis demi mengejar target tayang.  Ia juga siap menulis melanjutkan skenario yang sebelumnya dikerjakan penulis lain. Intinya ia harus siap menulis apapun sesuai trend hiburan televise,dari sinetron remaja  sampai misteri.

Pihak rumah produksi selalu meminta yanti agar skenarionya tetap dapat menghibur masyarakat. Untuk pengayaan bahan cerita,  yanti banyak mengamati kehidupan social disekitarnya,selain banyak membaca apa saja.  Di apatermennya ia berlangganan banyak Koran, tabloid, , majalah gaya hidup dan wanita, sampai national geographic.  Untuk menjaga kualitas cerita, ia banyak bertanyakepada orang disekitarnya mulai dari anak- anak ,  saudara,  teman,  sampai pembantu di rumah.
Sejak sinetron kejar tayang (striping) dimulai tahun  1998,  yanti merupakan pioner untuk penulis naskahnya. Dengan sinetron bertajuk doa harapanku yang di produksi oleh multivision Plus. Trend sinetron striping pun mulai menjadi tren  untuk edisi ramadhan. Ia pun mulai menjadi langganan multivision plus selama kurang dari 11 tahun. Trend strpingpun berimbas pada industri sinetron lain diluar Ramadan.

Yanti mempunyai staf penulis yang membantunya  dalam menulis skenario sinetron striping.  Ketika keadaan genting dating,  misalnya ada seorang aktor  atau  aktris  yang tidak bisa ikut shooting ia bersama staf penulisnya harus siap mengubah alur ceritanya. Bila dilihat dari segi kesehatan, resiko sakit sangatlah besar mengingat  jam istirahat tak beraturan, untuk menyiasati hal itu , yanti mendatangkan suster untuk memberikan infuse vitamin.  Di balik resiko itu semua , ada misi mulia yang dilakukan , yanti merangkul para penulis muda untuk banyak terlibat di dalam pekerjaannya. Baginya ilmu harus dibagi  dan diberikan sebanyak banyakya kepada orang lain.  Yanti memang senang berbagi. Bahkan ia sangat terbuka untuk siapa saja yang benar-benar serius mau belajar menulis skenario.

Yanti pernah bergabung di multivision, soraya, astro, sampai sinemart. Hampir 50% penulis scenario sinetron di Indonesia adalah anak didiknya. Yanti tetap menjaga etos kerjanya, Bahwa seorang penulis sejati,  selalu menulis dengan cinta. Apapun yang ditulis pasti dengan cnta, hingga hasilnya menjadi karya yang dicintai baik dari penulisnya maupun penikmatnya. Berhentilah menulis kalau cinta itu berubah,  menjadi sebuah rutinitas yang membosankan, karena hasil karyanya akan ikut membosankan. Seorang penulis sejati tidak pernah bosan. Karena setiap helaan napas dan langkahnya selalu menjadi irama indah.

Yanti mendirikan komunitas anak bangsa production. Sebuah producti house(PH) yang bergerak dibidang perfilman khusus karya anak- anak bangsayang ingin memajukan pariwisata dan kebudayaan Indonesia.  Tujuannya, agar anak- anak bangsa yang ingin memajukan pariwisata dan kebudayaan Indonesia. Tujuannya agar anak- anak bangsa punya wadah untuk berkaraya sebagus-bagusnya dan membuat para wisatawan , baik dalam negri maupun luar negri , mengetahui bahwa masih banyak ragam pariwisata dan kebudayaan yang belum tergali dan disembunyikan. Juga agar rakyat Indonesia tahu bahwa,  Negara Indonesia sangat kaya dengan kekayaan alam.  Jadi cintailah Indonesia dengan berkarya.